Showing posts with label Miscellaneous. Show all posts
Showing posts with label Miscellaneous. Show all posts

Saturday, 20 December 2014

REFUSE the reclamation permit of Benoa Gulf, ASAP! and save Bali from Drowning

Benoa Bay, a mangrove conservation area next to the Ngurah Rai International Airport, is under a serious threat. With the blessing of President Susilo Bambang Yudhoyono and the local government, the conservation status has been changed by a Presidential Regulation No. 51/2014. The new regulation allows the area to be “developed” and therefore, permitted the reclamation to happen. The investor, PT Tirta Wahana Bali International (TWBI), aims to reclaim 838 hectares of the area, which will convert 75% of the area into land and therefore increase the sea level by 1.6 meters. If this happens, 7.9 million cubic meters of water will be inundating the low-lying areas nearby, recreating the failed Jakarta’s Muara Angke project in Bali.

As if we need another hotel! We already have 80,000 hotel rooms and countless private villas. To top it off, 67 new hotels will be built until 2016. Hey mate, Welcome to Bali, Island of More Than A Thousand Hotels. And don’t get me started on the damaging marine ecosystem impact in the surrounding area including damaged the coral reefs, mangroves and seagrass beds. We can all say goodbye to diving, snorkeling or sea walking in Bali. Getting tanned on the shore of Tanjung Benoa or Sanur also could be the thing of a past, since those are the two low-lying areas that will immediately be affected.

Initiated by ForBali, which stands for Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (Balinese Forum Against Reclamation), hundreds of community members, NGOs, university students as well as musicians staged a rally at Puputan Renon public park on Friday morning.

Carrying posters and banners with bold designs and colors, the protesters started their speeches saying that the reclamation project, supported by the Bali government and President Susilo Bambang Yudhoyono’s administration, would badly affect the living conditions of the local people, as well as the environment.

On Saturday, August 17th, 2013 Bali’s Governor Mangku Pastika announced “since Friday (16/8), after careful consideration of the situation, the letter of permit [for reclamation of Benoa Bay] has been revoked.” This decision was in answer to public rejection against efforts for reclamation of Benoa Bay, strengthened by a recommendation by the Bali Regional Representatives Council (DPRD) encouraging the Governor to reevaluate and/or revoke the letter granting this permit.

However, the Governor of Bali was not fully committed. The letter of permit was revoked, and followed by the release of a new letter granting PT Tirta Wahana Bali International (TWIBI) support in continuing with their plans for reclamation of Benoa Bay. This new letter (SK) 1727/01-B/HK/2013 grants permission to PT TWIBI conduct a feasibility study over the next two years to analyze the use, development, and management of the waters of Benoa Bay.
Reclamation Plan


Reclamation is the process of creating new land from the sea or river bottom. Draining swamps for agriculture is an example of the form of habitat destruction. In some areas of the world, new reclamation projects are restricted or no longer allowed, because there is a bond of environmental protection laws.

Since the end of 2012, it has been rumored that there is a plan of the provincial government of Bali to reclaiming the Benoa Bay. Benoa Bay is a mangrove forest areas that are not taken care of by the government. Reclamation is done with a reason to prevent a tsunami can and add new jobs for residents of Bali. Reclamation plan gets rejection of environmental activists and a group of residents of Bali. The rejection also came from residents stay in wi around the bay, which works as a fisherman and fishing around the bay.

Many people believe that the rejection of Benoa Bay reclamation is politically motivated, to impose candidates for Governor at the time, when the election of the Governor of Bali. Whereas before voters governor, already discussed reclamation plan by the legislature. No one resisted and condemned. Since the campaign progresses, the discourse of reclamation and re-emerged into the conversation for the people of Bali. Since then a lot of rejection in the convey of various elements of the citizens. Even the security conditions in Bali was not stable since the governor's election campaign, which is accompanied by rejection of reclamation.
Support all petition from ForBALI




Sunday, 23 March 2014

Political Drama TV serial : The Newsroom


Aaron Sorkin, smart producer dan writer yang buat serial lagi The Newsroom, sebelumnya sempat bermain di The Social Network. The newsroom merupakan drama politikal yang menceritakan suasana di news broadcaster ACN. Penuh kontrovesial, intrik politik tipikal amerika, persaingan dengan broadcaster lain. yang membuat menarik adalah dialog cerdas yang terkesan butu-buru antara dua atau tiga orang sambil berjalan di koridor (walk and talk) ala Aaron. problem romansa yang complicated antara si Anchor Will Mc Avoy yang diperankan Jeff Daniel dan si Executive Producer Mackenzie yang diperankan oleh Emily Mortimer. Lucu, Jeff Daniel yang booming di Film layar lebar Dumb and Dumber sebagai orang idiot disini malah jadi the secon most watched Anchor di dunia news broadcast amerika.



Sebelum ditayangkan, kebanyakan penggemar Aaron Sorkin sudah harap cemas menanti seperti apa jalan cerita, cast, storyboard model, dll , para kritikus film dan TV yang rindu dengan dialog cerdas khas Sorkin tak sabar. Pilot episode ditayangkan dengan judul The Fourth Pillar dimulai dengan adegan Will McAvoy (Jeff Daniels) di panggung auditorium sebuah universitas terkemuka di amerika yang bosan mendengarkan debat partai politik kiri dan kanan. Mcavoy seperti juga banyak wartawan TV di dunia, sudah apatis dengan kekuasaan rating yang merupakan ‘raja’ dari keputusan, sehingga mereka tak bisa lagi bekerja berdasarkan prinsip jurnalisme. Apa saja yang bisa menjadi hiburan atau sensasional selalu terpilih menjadi berita utama, dan jiwa rating ini akhirnya menjadi jiwa para wartawan televisi di Amerika. Sinisme itu kemudian menjadi sebuah ledakan ketika seorang mahasiswa yang dengan polos bertanya “mengapa menurut Anda Amerika adalah sebuah negara yang dahsyat?” Para peserta diskusi lain ngoceh betapa Amerika adalah negara yang memperkenalkan kebebasan, demokrasi dan seterusnya sementara McAvoy yang merasa melihat kelebatan wajah Mackenzie McHale (Emily Mortimer), mantan tunangan sekaligus koleganya yang dikenal sebagai wartawan perang terkemuka. Dan terjadilah gebrakan itu:

“Amerika bukan negara terdahsyat dan terbesar....”

Statement anti nasionalis yang seharusnya tidak dikeluarkan seorang anchor terkemuka di amerika di lingkungan universitas, para mahasiswa kaget, moderator marah di belakang panggung, dan masyarakat menghujat. 3 tahun Will cuti dari ACN dan kembali lagi dengan masalah-masalah baru. 




Dan pada saat itulah dia menyadari bahwa pemberitaan selama ini yang dilakukan di stasiun ACN—tentu saja ini adalah  versi fiktif dari CNN—harus segera dirombak. Pemikiran itu ternyata bersambut dengan keinginan Charles Skinner (Sam Waterston) yang diam-diam merencanakan menyingkirkan tim yang selama ini dianggap terlalu menghamba pada rating dan menghidupkan kembali pemberitaan berdasarkan prinsip jurnalisme. Dengan cita-cita itu, Skinner juga diam-diam merekrut McKenzie McHale sebagai produser baru McAvoy. Problem personal pun mencuat (si perempuan meninggalkan si lelaki; si lelaki masih sakit hati dan seterusnya).



Tentu saja mereka yang menggemari gaya Sorkin yang fanatik akan melahap habis seluruh adegan debat cerdas antara James Harper yang naksir Maggie Jordan (Alison Pill), asisten yang kemudian diangkat menjadi associate producer; atau antara Charles Skinner versus Leona Lansing (Jane Fonda), pemilik seluruh kerajaan media yang sudah tidak betah dengan gaya McAvoy yang dianggap ‘sok memberontak”; atau antara McAvoy yang melahap habis Nina Howard (Hope Davis), wartawan gosip yang ditugaskan menghancurkan reputasi McAvoy atau bahkan saat  Sloan Sabbith (Olivia Munn), doktor ekonomi yang diangkat menjadi anchor yang mengganyang narasumber Jepang yang diwawancaranya dalam bahasa Jepang.



Jeff Daniels tampil meyakinkan sebagai anchor ACN yang arogan, cerdas dan sekaligus menjadi andalan stasiun mereka. Bahwa dia seorang wartawan yang memilih partai  Republikan dan temperamennya yang naik turun—dia pernah melempar Blackberry ke arah kamera karena jengkel—tidak menghalangi kita untuk menyukainya karena dia tetap obyektif dan bahkan menggebrak narasumber Republikan yang sering dungu dalam menjawab pertanyaan. Tetapi Emily Mortimer lebih seperti guru SMA daripada seorang wartawan perang dan produser TV. Bukan hanya karena suaranya yang melengking seperti jeritan ibu guru yang menghalau muridnya masuk ke kelas, tetapi karena gaya seni perannya yang gemar melayangkan tangannya ke mana-mana itu. Sulit untuk membayangkan sosok ini berkelebat dan dengan gagah meliput di Irak dan Afganistan. Marisa Tomei, yang semula akan direkrut untuk menjadi tokoh McKenzie akan jauh lebih meyakinkan.

The Newsroom Cast & Quote Posters:














Monday, 25 March 2013

Argo Fuck Your Self - Political Film by Ben Affleck





Ketika pada 24 Februari lalu 'Argo' diumumkan sebagai Film Terbaik Oscar 2013, banyak orang bereaksi dengan cepat. Beberapa yang menjagokan film-film unggulan seperti 'Amour', 'Zero Dark Thirty', 'Life of Pi' atau 'Lincoln' menganggap kemenangan 'Argo' hanyalah keberuntungan saja.

Kemungkinan besar hanya karena nama Ben Affleck yang harusnya memenangkan sutradara terbaik (Affleck menang di DGA dan BAFTA) absen secara misterius dalam kategori tersebut, dan Oscar ingin membalasnya.




Tapi, bagaimanapun layak memenangkan Oscar atau tidak, 'Argo' merupakan sebuah thriller politik yang menegangkan, menghibur dan menunjukkan bahwa Anda bisa saja membenci Ben Affleck sebagai aktor tapi Anda akan menyukainya ketika dia berada di belakang layar.

Iran 1979. Lebih dari 50 staf Kedutaan Amerika di Teheran ditahan oleh militan Iran. Enam orang dari mereka berhasil melarikan diri dan bersembunyi di rumah duta besar Kanada, Ken Taylor (Victor Garber). Keadaan lebih genting daripada yang bisa dibayangkan. Orang-orang mengamuk, kisruh dan tentara-tentara Irak berkeliaran di bandara menangkapi siapa saja yang mereka curigai sebagai warga Amerika. Kadang senjata api ikut terlibat.





Di ujung dunia lain, CIA berpikir keras untuk mengembalikan enam orang tadi ke tanah Amerika hidup-hidup. Agen Tony Mendez (Ben Affleck) mempunyai ide superngawur untuk menyelamatkan mereka. Mendez berencana membuat film sci:fi palsu dan pergi ke Iran. Ide itu awalnya ditolak mentah-mentah oleh sang bos, Jack O’Donnel (Bryan Cranston). Tapi toh akhirnya rencana itu berjalan juga.

Bersama-sama mereka segera merekrut make-up artist ternama, John Chambers (John Goodman) dan produser kelas kakap, Lester Siegel (Alan Arkin) untuk membuat rumah produksi gadungan. Dan proyek pengerjaan film palsu demi menyelamatkan nyawa manusia itu pun dimulai.

Lupakan dulu kenyataan bahwa 'Argo' adalah film terbaik Oscar tahun ini. Mari kita fokuskan bahwa 'Argo' adalah salah satu film thriller yang bagus. Ini semua berkat, tak lain dan tak bukan, tangan dingin Affleck yang sudah semakin ahli dalam penyutradaraan. Setelah 'Gone Baby Gone' dan 'The Town', Affleck berhasil mengatur emosi penonton sesuka hatinya.

Satu jam pertama kita diajak bersenang-senang dengan persiapan pembuatan film palsu itu. Kelakuan John Goodman dan Alan Arkin yang kharsimatik menjadi highlight besar pada paruh pertama film ini. Keduanya menampilkan permainan yang berkesan.



Barulah pada paruh kedua Ben Affleck tidak membuang sedikit pun waktu yang ada. Anda akan mencengkeram kursi dan menahan napas atas ketegangan tak kunjung usai sampai end credits bergulir. William Goldenberg sebagai editor, Alexandre Desplat sebagai komposer dan Rodrigo Pieto sebagai sinematografer bersatu padu memberikan satu jam paling menyesakkan, kalau tidak mau dibilang paling berkesan.

'Argo' memang merupakan mesin patriotisme Amerika yang klasik. Lengkap dengan adegan bendera Amerika berkibar secara slow-motion dan lain sebagainya. Dan, terlepas dari kontroversi Oscar kemarin, film ini merupakan tontonan yang menghibur dan jelas menegangkan. Menikmatinya di layar lebar di tengah kegelapan adalah satu-satunya cara untuk menontonnya.



Sunday, 10 March 2013

Silent Day far far away from home



"Nyepi adalah ketika alam (di Bali) diberi kesempatan untuk bernafas bebas, Nyepi adalah satu hari dimana alam bisa lepas dari beban yang dihasilkan oleh ritual keseharian manusia."
JRX, SID

Silent Day - Nyepi hari sakral umat Hindu Bali yang dilaksanakan sekali dalam setahun. Sebenarnya tidak ada ritual tertentu yang harus dilakukan pada saat Nyepi, kita hanya diberikan kesempatan untuk menikmati alam, menenangkan diri, melupakan rutinitas, dan hal hal duniawi. Saya biasanya melakukan meditasi sederhana dan puasa 24 jam penuh, tentu saja dengan didukung suasana yang tenang. Tidak ada peraturan baku kalau semua orang  di Bali  harus melakukan penyepian secara spiritual (meditasi/puasa). Bebas saja, selama tidak keluar rumah dan tidak membuat suara bising atau meng-expose cahaya, lampu, api secara berlebihan. Perlu ditambahkan di Bali walau hampir 100% menerapkan peraturan 'dilarang keluar rumah' saat Nyepi, ada juga desa tertentu yang memperbolehkan warga nya untuk keluar rumah. 
Hampir setiap Nyepi saya memiliki pengalaman yang menyenangkan bersama keluarga, berkumpul sambil menikmati tenang dan sepi-nya alam Bali. Bagi orang yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya sehari tanpa suara, listrik, dan hal duniawi lain akan terasa aneh.  Nyepi selalu terlihat sakral, meriah dan penuh misteri. Ada perang petasan dan pesta ogoh-ogoh (semacam patung besar yang diarak beramai-ramai) di malam sebelum Nyepi setelah itu dibakar sebagai simbol bahwa setan/iblis tidak akan mengganggu pada saat Nyepi di keesokan harinya, SERU ! , para pecalang (patroli keamanan tradisional Bali) yang terlihat angker & galak, dan makanan rumah yang dimasak spesial dikala Nyepi (BABI tentunya).
Tapi karena dimakan usia dan jaman, saya lebih prihatin dengan keindahan keadaan alam yang habis dimakan jaman dan kepentingan individu, lebih ke bagaimana manusia bisa menghormati alam meskipun hanya sehari dalam setahun. Memberikan kesempatan Alam bernafas lega.

Nyepi itu lebih ke introspeksi diri, menata ulang hubungan kita dengan Tuhan, dengan alam, dengan sesama. Semua Agama mengajarkan itu, walau dengan cara dan media yang berbeda.

Selamat tahun baru saka 1935





Thursday, 7 March 2013

Process is more important than result


Fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan organisme (makhluk hidup) dengan benda mati,statement diatas itu mungkin adalah definisi dari kata "kehidupan",salah satu individu yang diberikan kehidupan olehNya adalah manusia.

Tuhan selalu menciptakan sesuatu secara bertahap, yaitu dengan melalui suatu proses yang berkesinambungan.kehidupan butuh proses, Manusia misalnya, ia diciptakan tidak langsung dewasa. Tetapi melalui proses yang bermulai dari bentuk air, lalu menjadi janin, kemudian menjadi bayi, lalu menjadi anak-anak, dan akhirnya menjadi dewasa. 
Yang saya sadari ialah, baik atau buruknya kualitas manusia setelah dewasa nanti, sangat ditentukan oleh proses pemeliharaan atau bekal yang diterimanya dari sejak dini.pengaruh orang tua sangat penting dalam proses pembentukan karakter/kualitas individu manusia.

Proses tersebut yang akan membentuk karakter dari setiap manusia,"secara garis besar ada dua jenis manusia di dunia ini,manusia yang memiliki karakter jahat,dan manusia yang memiliki karakter baik" memang kita tidak bisa menentukan secara pasti karena sifat dan kebiasaan manusia yang sangat kompleks,selain itu stiap manusia juga pastinya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing2.

Kualitas manusia di akhirat nanti, akan ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian terhadap ketaatannya pada Tuhan selama hidupnya di dunia. Sehingga dengan demikian, kualitas manusia di akhirat nanti, tergantung pada keberhasilan masing masing individu sendiri dalam mengatasi ujian-ujian yang dihadapi, apakah mampu selalu taat mengikuti perintah-perintah-Nya, atau membangkang.

satu kesempatan yang diberikan-Nya kepada kita sebaiknya kita gunakan baik baik untuk membentuk karakter yang kuat,butuh proses memang...tapi hendaknya kita nikmati proses saat kita hidup di dunia ini.

Hari Perempuan Sedunia


Hari Perempuan Sedunia berbeda dengan Hari Ibu. Hari Perempuan memiliki konteks yang lebih luas. Ia melingkupi seluruh spektrum kehidupan seorang yang disebut perempuan. Mulai dari usia muda hingga lanjut usia. Mulai dari anak-anak, remaja, yang menikah dan belum menikah hingga usia senja. Sedangkan hari ibu lebih fokus pada perempuan yang sudah menikah. Mereka yang menyandang predikat sebagai ibu.

Dalam konteks perayaan hari perempuan sedunia ini kita ingin menggarisbawahi beberapa hal seputar keperempuanan. Dalam konteks sejarah, Hari Perempuan Sedunia dirayakan atas perjuangan kaum perempuan yang berabad-abad lamanya dalam mencari persamaan hak dengan kaum pria.

Rasanya wajar. Selama ini sistem patrilineal begitu jauh mengesampingkan peran mereka. Semua pengambilan keputusan dilakukan oleh kaum lelaki. Begitu timpang dan ternyata jarak persamaan hak dengan mereka begitu jauh. Sungguh timpang. Ibarat langit dan bumi.

Karena itu tak salah bila perjuangan itu terus dikobarkan. Digelorakan. Pikiran bahwa kaum perempuan hanya bergerak di sektor domestik harus dihilangkan. Kita harus buang jauh-jauh karena zaman sudah berubah.

Pria dan wanita, suami dan istri memiliki hak dan tanggung jawab yang sama terhadap rumah tangga. Pria dan wanita hanya dibedakan oleh sifat-sifat kodrati. Kaum perempuan dikodratkan untuk (bila menikah) mengandung, melahirkan dan menyusui anak.

Bila ditelaah lebih jauh, ternyata alasan bahwa kaum perempuan memiliki banyak kelemahan sulit dibuktikan. Kaum perempuan memiliki banyak keunggulan, seperti ketenangan, kematangan, kesabaran dan rasa kasih sayang.

Di banyak aspek, kaum perempuan justeru memiliki kemampuan dan kapasitas lebih dibandingkan kaum pria. Sifat penuh kesabaran dan ketelatenan yang ditunjukkan kaum perempuan justru menunjukkan bahwa ia memiliki kecerdasan dan kematangan emosional yang tak diragukan. Itu artinya secara inteligensia kaum perempuan sangat bisa diandalkan untuk menangani persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan.

Hanya persoalannya bahwa selama ini kita terbawa patron bahwa kaum pria lebih hebat dan kuat; asumsi yang menafikkan kelebihan dan kemampuan kaum perempuan. Di negara-negara barat, kerapkali kaum perempuan melakukan aksi demo sembari menyerukan untuk tak berhubungan seks dengan kaum lelaki bila hak-haknya tak diperhatikan. 

Memang tekanan seperti ini patut dilakukan. Ketika semua cara sudah dilakukan, namun tak membuahkan hasil. Sebab kita mengetahui bahwa salah satu sikap dasar manusia adalah ego. Menang sendiri.

Kita juga dapat menyaksikan keegoan itu pada berbagai sektor. Pemerintah kita kerapkali masa bodoh dengan aksi protes yang dilakukan oleh elemen-elemen masyarakat. Ketika tindakan destruktif dilakukan, maka di sanalah muncul kompromi. Ada jalan keluar. Jadi seakan-akan perlu ada tindakan kekerasan barulah ada penyelesaian persoalan atau tuntutan.

Kaum perempuan pun barangkali patut melakukan hal- hal seperti ini ketika segala aspirasinya tak mendapat apresiasi positif. Hanya saja butuh kekompakan. Kita sungguh yakin ketika mereka sehati dalam memperjuangkan hak-haknya, maka akan membuahkan hasil.

Pertama, karena dari segi jumlah kaum perempuan jauh lebih banyak. Kedua, siapa pun meski aparat sekali pun akan sulit membendung kekuatan perempuan yang sungguh kita yakini jauh lebih dasyat.

Memang kita harus mengakui bahwa perjuangan ke arah sana berat. Tetapi yang namanya perjuangan membutuhkan waktu serta bagaimana upaya memberi keyakinan tentang perubahan itu. Kita juga yakin bahwa tuntutan persamaan hak dengan kaum lelaki tak akan mengurangi peran kaum perempuan sebagai ibu dari anak-anak dan istri.

Tetapi, kita mau mengatakan bahwa perubahan itu mulai menyata. Kini begitu banyak kaum perempuan yang diberi peran dalam berbagai sektor kehidupan. Sesuatu yang ditabukan di masa lampau. Ini menunjukkan bahwa perjuangan itu mulai membuahkan hasil. Selamat Hari Perempuan Sedunia

Monday, 7 January 2013

Avtomat Kalashnikova 1947

Saya suka film, hampir setiap minggu adalah jadwal wajib nonton film, entah di Bioskop sambil pegang popcorn di tangan kanan dan Cola di tangan kiri, atau di Kostan nonton film di laptop sambil pegang mie mentah di tangan kanan dan air mineral di tangan kiri. Film yang saya tonton semalam mengangkat tentang detik-detik berakhirnya Second World War ( Downfall ), jatuhnya Jerman. Ternyata Hitler sempat menikah dengan Eva sebelum bunuhdiri - baru tau. Hitler itu diktaktor yang unik, dia bawa Jerman pada kemenangan di awal Perang Dunia ke 2 tapi juga sebaliknya. strateginya yang ia matangkan bersama para Jendral terkemukanya telah membuat Jerman menjadi sebuah mesin perang yang luar biasa kuat. Namun tanpa disangka, kekalahan demi kekalahan yang Jerman alami selama akhir perang juga tidak lepas dari keputusannya. Sifatnya yang selalu ingin pegang kendali terlalu berlebihan, dan tenaganya tidak cukup untuk mengatur seluruh front.




Saya gk mau ngomongin Hitler atau how he died and SS replacement, tapi saya mau ngomongin assault rifle yang hampir di setiap film digunakan. . .Di "legenda" kan lebih tepatnya. . .di Film Downfall juga diceritakan bagaimana assault rifle ini menjadi alat pembantaian kaum Yahudi. Di Film Lord of War diceritakan bagaimana tangguhnya assault rifle yang dibuat Rusia di pertengahan 1945 - 1947 ini, bayangkan, assault rifle ini bisa dioprasikan didalam pasir, dalam air with no jammed reload. Yesss AK-47, atau Avtomat Kalashnikova 1947. Sebelumnya memang ada AK-46 yang secara resmi digunakan sebagai trial weapon for military. alasan kenapa senapa serbu ini populer jaman perang dulu adalah low production cost dan opration cost-nya. " Average price of AK-47 worldwide = $534 " sumber  . . . murah meriah.




Di Design oleh Mikhael Kalashnikov pada saat terbaring di rumah sakit mendapat perawatan karena bahunya tertembak pada saat "battle of Bryansk". Meskipun mirip, Mikhail Kalashnikov menyangkal kalau desainnya meniru StG44 Jerman. AK-47 lebih tepat dikatakan sebagai campuran dari inovasi-inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, mekanik AK-47 lebih mirip M1 Garand daripada senapan-senapan Jerman. tipe tipenya apa aja? bisa di cek disini nih sumber












Ya mungkin sekarang sudah ada AK-74 "adiknya" AK-47. tapi di 10 Best Assault Rifles nomer satu tetap AK-47 ref : http://www.the-top-tens.com/lists/best-assault-rifles.asp

nabung buat siap-siap zombie apocalypse, hahaa

Sunday, 6 January 2013

Mayday, Mayday !!! the internet connection already fucked up !

Berdasarkan beberapa survey yang saya cari di internet (dengan koneksi yang lambat), disebutkan bahwa indonesia menempati urutan pertama - tumben nomer satu - dalam hal koneksi internet terlambat se asia tenggara *standing fucking ovation.

ini grafiknya : sumber 


Oke mungkin bagi sebagian kecil orang, koneksi internet sudah cukup cepat. Bagi saya, belum sama sekali jika dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, saya jadi malas training via Web yang memang membutuhkan koneksi yang cukup cepat, dan akan makan bandwidth besar. nb: cepatnya koneksi bukan berdasarkan besarnya bandwidth tapi berdasarkan jumlah user yang menggunakan (concurrent user) apakah proper apa tidak. Kata pak Onno sih disebabkan pengguna internet di Indonesia bertambah banyak. Namun, di sisi lain, perkembangan infrastruktur terlalu lambat dan seakan hanya mengandalkan seluler. Akibatnya walaupun di iklan 7,5 Mbps, user efektif cuma dapet 750 Kbps. Korban iklan. . .
Anehnya si Tifatul tak ada tindakan dan hanya berkata berkata "Internet lambat itu urusan Operator".
takutnya nanti kecepatanya internet di indonesia jadi berbanding lurus dengan "processing time" otak masyarakat indonesia. LAMBAT . . pathetic


Tulisan Tanpa Judul. . .

First thing first, every time I write about something in this blog, it's always become kinda joke, never serious, and unprofessional except for category "work stuff", why?? because some of the information in "work stuff" is based on my job, and it's freaking boring.I don't know how to write an article properly, with good words, good language, and good idea. Fortunately, I don't really care what people's think about my article. If you don't like it, don't read it !!! 
"what does blogging mean for you?" if someone ask me that question, I'll answer "everything. . .a place to share our opinion, judgement, idea, experience,etc" but i don't think blogging as professional job or full time job, making money from blogging? I don't think that is a good idea. it just weird. . .
Well, I Write mostly about technology's newest update - especially Network Infrastructure and Security, and Ride Report - I joined PRIDES from couple month ago, PRIDES is a forum that dedicated to bike's lovers, especially pulsar which is Bajaj product. PRIDES means Pulsar Riders Society. In this forum we share all about Pulsar. We share our riding reports, photos, and other documentation in order to introduce the beauty of Indonesia and the culture diversity. . .exclusively.
I write this while listening Bohemian simultaneously, feels so perfect when Freddy scream " Mamaaaaaa uuuu uuuu uuuuuuuuuuu . . . I don't want to die . . . I sometimes wish I'd never been born at all. . ." from my humble analysis, this incredible song contains 4 type of music ; slow intro, Ballad, Solo Guitar, Opera, Rock, and Outro. And believe it or not, this best song in the world was written by some dude named Farrokh Bulsara as known as Freddy Mercury and claimed he was "openly gay".holy shiiiiiiip. . .LOL
But still, this is one of the best song i ever heard.

Blogging, Music, and the night. Like it !!!







Tuesday, 6 November 2012

The Truman Show





"An insurance salesman/adjuster discovers his entire life is actually a TV show" IMDb 1998

Film lama yang scene awal sedikit membosankan hampir membuat saya batal nonton film ini, tapi dari pengalaman saya kalau filmnya Jim tidak ada yang jelek, ya sudah . . . 30 menit pertama belum ada keanehan, masih menceritakan tentang usual life story - nya Truman Burbank yang diperankan oleh Jim. Umum, kehidupan umum yang dimiliki Truman, tinggal di kota yang penuh keramahan, pekerjaan yang menyenangkan, sahabat yang setia (Marlon - Noah Emmerich), istri yang cantik (Meryl - Laura Linney). Kehilangan seorang ayah sejak kecil membuat dia merasa bersalah dan depresi sesaat, setelah itu Truman mengalami banyak keanehan, satu hari Truman melihat ayahnya berdiri di pinggir jalan, orang-orang yang selalu bergerak dan bertingkah laku sama tiap harinya, larangan pergi terlalu jauh dari kota tersebut, dsb.
Mantan pacar Truman pernah berkata kalau semuanya palsu, dunia yang ditinggali Truman palsu, karena teringat moment tersebut, Truman menjadi semakin penasaran, dan dia berlayar sampai sejauh mungkin. . .
dari sini saya sudah bisa membaca kemana arah cerita ini, benar juga Truman sampai ujung dunia, boat-nya menabrak "dinding awan". Ternyata kota tersebut adalah studio film yang memang di set untuk menceritakan kehidupannya dari kecil, tidak.... dari lahir!! ada more than 5000 cameras, 400 actor, dan fasilitas studio yang sudah berteknologi tinggi, ada wheater control, dan perangkat pendukung lainya. Cerita dari awal merupakan scene yang disiarkan di seluruh dunia live tanpa commercial. He's a Big Star in the real World.