Showing posts with label PRIDES. Show all posts
Showing posts with label PRIDES. Show all posts

Monday, 25 November 2013

Riding Report Jamboree Nasional Prides 2013 Jatiluhur, Purwakarta




Well this is my first Jamboree with Prides , It's gonna be awesome :)
Selamat pagi, selamat sore, selamat siang, selamat malam ! (tergantung anda baca postingan ini pas pagi, siang, sore apa malam)
Sedikit catatan perjalanan menuju Jamnas 5 di Jatiluhur Purwakarta.
Diawali dengan ijin kerja demi bisa service motor sebelum berangkat jamnas di XO Motoshop pada hari Jumat siang, rasanya sudah tidak sabar untuk berangakat ke purwakarta bertemu langsung dengan teman, sahabat, dan saudara yang sebelumnya hanya komunikasi lewat POL dan social media. Masih ada beberapa Pe er yang harus diselesaikan pada saat service, lampu motor masih bermasalah, tarikan mesin kurang responsif, dan rantai yang longgar. Belum lagi tankbag hilang secara misterius sehari sebelum berangkat. Haduh! dan semua terselesaikan dalam sehari, plus Tankbag baru, yaaay!

Sekitar jam 5 sore, mulai packing apa yang perlu dibawa, sebenarnya tankbag cukup, tapi karena co-pilot ikut jadi harus bawa box, most of all for make up stuff!! hehehe. 

Saya hanya bawa barang barang ini sajaaa. . . 



Istirahat sebentar sambil menunggu kabar Kris dan Gaban yang katanya mau bareng dari Shell kemanggisan, Jam 10 Kris belum kasih kabar kalau Gaban udah landing, alamat telat nih, kloter kita dijadwalkan berangkat jam 12 malam. Akhirnya sekitar jam 11 Kris dan Gaban sudah nangkring di Shell Kemanggisan. Yak ready to Take Off, check take off list for the last time, aaaaaaaand berangkat. Heading = Thamrin Residence sambil diikutin Gaban dari belakang. Sampai di Thamres, sudah ada Pakecap yoyon, Fiona, Via Joe, Om Ito dan yang lain. 
Jam 12 persis om Wira dan Om Gaul merapat ke Thamres, dan siap siap start sesuai pembagian kloter yang sudah ada. Berangkat jam 1 persis lewat BKT, jalan sekitar 60 - 70 kpj, sekitar sejam sudah jalan boncenger mulai ngantuk-ngantuk. Melipir ke Pom Bensin untuk istirahat sebentar, udah gk sabar sampe lokasi jamnas!!
Kalau gk nyasar gk asik katanya, yaudah kita nyasar dulu :) hahahahaaa , persis di depan gapura Kota Purwakarta kita berhenti sebentar, buka kompas, googlemap, liat bintang, dan hal lain yang bisa membantu kita untuk sampai lokasi. Kloter dipisah, Om Gaul dan Om Gilang tunggu teman yang lain di Gapura Kota Purwakarta, kami duluan lanjut ke lokasi Jamnas. 
Akhirnyaaaaaa sekitar jam 5 Subuh kami sampai di lokasi Jamnas, langsung beres beres, makan popmie dan teparrrr. 
Lumayan sempat tidur 2 jam sebelum menikmati acara yang sudah berlangsung dari pagi, booth pijat, booth games, dan yang buka lapak sudah meramaikan acara. Temu kangen dengan teman teman chapter lain, antusiasme teman teman yang datang dari jauh memang tinggi, ada yang dari Aceh, Palembang, Surabaya, Malang, bahkan Singapore. Sambil menunggu acara utama yaitu pemutaran video jamnas yang mulai pada jam 19.00, kami makan di pinggiran waduk Jatiluhur,  plus Es Kelapa Muda :)
Sekitar jam 18.00 kami balik ke lokasi dan siap-siap makan malam sebelum pemutaran video jamnas.
Acara berlangsung dengan meriah, banyak hadiah dan doorprize, mulai dari pemenang Ride Report, Post Terbanyak, lomba foto Mahakarya, dll. 
Sambutan dari Ketua Prides (1845) , Sambutan dari sesepuh (Kang Suud) , dan sambutan dari perwakilan penasihat Prides mengawali acara utama, setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran video Jamnas, sambil diselingi Pengukuhan Ketum dan Waketum baru (Om Badcop dan Nomalz) , dan Pengumuman Pemenang Lomba dan Award. Ada beberapa penghargaan yang diberikan ke suhu suhu Prides karena dedikasi mereka selama Prides berdiri.  Saluteeee!
Karena serunya suasana tidak terasa sudah akhir acara, acara selesai sekitar jam satu pagi, semua kembali ke penginapan dan istirahat sejenak, udara di penginapan sangat dingin membuat nyaman untuk tidur. Eh karena perut keroncongan dan dorongan dari suhu kuliner Om Wira dan cacing di perut karet-nya David mulai bergejolak, makaaaan lagi. Setelah benar benar kenyang, merasa bersalah dengan program diet sebentar, akhirnya bisa tidur.
Keesokan harinya bangun jam 10 pagi, kami langsung gear up untuk siap siap pulang, ada dua kloter, yang pertama langsung jakarta, yang kedua mampir sate Maranggi. Daaaaaan akhirnya kloter pertama juga nongol di sate Maranggi, pura pura nyasar. hahaaa. . .
Satenya ? gaaaak ada lawaaaan, pesen sate 20 tusuk + soto, minum es teh + es kelapa muda. heavenly heaven! :)
Setelah itu lanjut balik ke jakarta sekitar jam 3 sore, kebiasaan semprul blum ilang, terpisah lagi. Fiona dan Sultan kebablasan, harusnya belok kiri, mereka malah terus, kecap yoyon coba mengejar tapi ternyata Ninja 250 tidak bisa ngejar Scorpio , fiuh brutal. Kita lanjut bareng Mckel, Wira + Boncenger, Mas Sigit, David, Reno, Joe, Via, Andry sama Enjup. Om Andry misah di sebelum masuk bekasi, dan sebelum masuk kalimalang dibagi dua lagi, Mckel, David, Om Sigit sama Enjup ke tempat Om Badcop, Reno Pulang ke Gading duluan, tinggal Via , Joe, om Wira + Boncenger, dan kami. Singkat cerita, Sekitar jam 8 malam sampe Jakarta, setelah mampir sebentar di syndicate motor untuk beli windshield. 

Foto - Foto 


Suasana di pinggir bendungan Jatiluhur


Pose dulu sebelum jalan-jalan keliling bendungan


Hell Yeah (photo by Wira Pekerti)


With Mckel. Via, dan Suraji


Ducati Lady


Ducati Lady


Suraji in Action


Muka - muka lack of sleep


Muka - muka lack of sleep


First Pride's Jamboree for both of us


Prewed photo :) 


With mckel & tombes (photo by Wahyu Setiawan)


Akibat ada yang bablas, kita ngemper nungguin (photo by Wira Pekerti)


Offroad for a while (photo by Wira Pekerti)


Okta Piaaaaaa pas istirahat 


Ngemper


Sate Maranggiiiiiiiiiii (photo by Wira Pekerti)


Meyliaaaa


Di Jatiluhur ada mermaid nyasar (photo by Wira Pekerti)
Special thank to :

Tuhan YME yg telah melindungi perjalanan kami sehingga bisa sampai tujuan dan pulang tanpa kekurangan sesuatu apapun, dan syukur karena memberikan keindahan alam yang bisa kami nikmati.

Prides Family :)

Kezia Meylia yang hampir setengah perjalanan tertidur :D

"anonymous" Pulsar 200 saya yang tidak mengalami masalah apapun pada saat perjalanan. 

PRIDES :


Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan

Sekian. . .See yaaa'll

Wednesday, 2 January 2013

670 km to Kiluan Bay

Oke, perjalanan kali ini birokrasi perijinan-nya lumayan sulit, bahkan sampai detik-detik terakhir berangkat baru dapet ijin. makanya seminggu sebelum berangkat (karena udah punya perasaan kalau diijinkan) saya service motor backstreet (kecurigaan timbul jika saya service motor secara intensif).
Agak keki juga karena gonjang ganjing kepastian keberangkatan ditentukan pada hari H, tapi dengan do'a, meditasi teratur, jadi vegetarian dalam seharin akhirnya bisa dapat ijin.

RR macam apa satu paragraf panjang hanya ngomongin ijin ijin ijni doang? pathetic!! ya mau gimana lagi. . .
Mungkin RR ini akan parah dari segi pengolahan bahasa dan permainan kata-kata karena saya sambil dengerin suara si Kambing (the other Radit) ngomongin masalah blog-nya yang absurd sambil liat video disturbing-nya si Radit yang Garing goblok.


Udah ah sisi keren-nya ilang klo bahas perijinan dan Raditya Dika terus, kapan real report Kiluan-nya? ya ya ini saya lagi mikir gimana buat report macho seperti temen-temen yang lain. Let's start. . .

Pada malam itu. . .
Ku menunggu seseorang. . .di pom bensin. . .

Aaarrrggghhhh. . .  sudah sudah. . .cukup!

Serius. . .

Waktu itu jam 7 malam, saya lupa tanggal-nya. . .saya, Suraji, Arie, dan Martin janjian di Pom bensin TOTAL di daan mogot. Dari jam 7 sudah standby disana, dan hawa gk enak pun datang pas ada sms, "dit, Martin belum dateng. . tunggu sebentar" damn it, it's gonna be loooooong time. . .

aaaaaaand it's true. . .sejam, gk,  satu setengah jam kemudian Suraji dateng. . .ya sebelumnya Arie sudah datang dengan full protection (jas hujan maksudnya). eh tapi ada yang kurang. . .Martin yang seharusnya dibelakang Suraji malah ngilang. . . .entah dimana. . . ditelan tinggi-nya banjir jakarta. . .
Dua hari sudah kita tunggu martin di Pom TOTAL . . . naah kiddin, karena kental-nya brotherhood kita, kita tinggal, hanya perlu waktu 10 menit, males nunggu, gk sabar, akhirnya kita sepakat kalau Martin sudah besar, dan bisa cari jalan menuju Roma...*eh Kiluan...

Maka jalanlah kita. . .huaduh macet. . .Suraji + Arie karena sudah lebih lama tinggal di jakarta jadi mereka sudah biasa. . .saya? pake jalan pintas . tembus di persimpangan jalan panjang, daaan sudah lancar membahana. Selanjutnya saya sms Suraji cukup 4 kata "kutunggu di terminal kalideres".
tak lama kemudian Mereka menghampiri. . .maka lanjutnya kita . . .

Sesampainya di Serang, kita rencana akan istirahat di Om Askhar dan lanjut keesokan harinya.
Kurang ajarnya. . .Ternyata oh ternyata Martin sudah kepas kepus Djarum Super setelah makan paket hemat di McD dari tadi. Ya itu indahnya brotherhood, banyak cerita konyol.
Setelah sampai di kediaman om Askhar sudah ada Om Dono, Denny Duro, Reza, Ilyas, dan temen-temen lain , akhirnya bisa istirahat dengan nyaman. . .TIDUR. . .Om Buzzeth dateng bareng boncenger yang mau ikut ke kiluan. . .TIDUR lagi. . .mimpi naik gunung bareng Pevita Pearce . . .

Sebelum berangkat disiapkan sarapan oleh istri om Askhar, ada gorengnnya lagi. . .wah. . .touring hemat terealisasi . hehehe
berangkatnya kita sekitar jam setengah 8 start. jalanan masi lumayan sepi, tak lama kemudian sampai di merak. . .yang belum tau merak itu apa bisa cek disini Wikipedia
antreeeeeeee panjaaaaang. . .tapi setelah meliuk liuk akhirnya bisa menerobos ke antrian terdepan.
Nyebraaaaaang. . .meskipun sebelumnya sudah pernah namun terasa berbeda karena rame-rame.

Lumayan kapal baru . . . lupa namanya . . . tapi nyaman. . .makan-makan, foto-foto, ngobrol, TIDUR.
gk tau berapa jam terapung di selat sunda karena tidur pulas. tiba-tiba udah nyampe aja. . .
Cuaca terik panas membakar kulit, lupa bawa sunblock tapi tak apa lah, aku indonesia dan bangga berkulit sawo matang.
skip the crap. . .sampainya kita di bakauheni. Untuk kedua kalinya numpang lewat di bakauheni, as always kita pasti foto-foto. . .meeting bentar menentukan rumah makan mana yang kita datangi, trus jalan lagi. Asap, Debu, Panas, Keringat, terobati dengan pemandangan yang kita lewatin. what an awesome day!!

setelah jalan kira-kira 3 hari melewati mara bahaya dan alang merintang *kalimat jijik, akhirnya kita ketemu tempat makan, yaaaay makan. makan mewah + obrolan ringan mengenai rute yang kita lewati nanti, Foto-foto. dan sambil menunggu teman-teman yang sholat, sebatang rokok  kubeli eceran untuk menyegarkan paru-paru. Tak lama kemudian, kembali ke medan perang. . . *eh
Pemandangan indah masih menemani perjalanan kami, kanan bukit, kiri pantai, depan pantat bis/truk yang nyemprot muka. . .foto-foto di setiap spot-spot bagus yang dilewati.

Mendekati pantai Kiluan medan perang mulai lebih bergejolak, offroad maksudnya. saat-saat dimana kita harus sayang dan berdoa kepada tali kopling, dan shock breaker . . . oke dan rantai juga agar tidak terjadi masalah. Rantainya Martin sempat putus, untung masih bisa diperbaiki dan lancar sampai kiluan.
Dari pengalaman sebelumnya belum pernah benar-benar melewati medan yang rusak dalam waktu yang lama, hampir 2 jam ngelewatin jalan rusak, pegel juga. . .dalam dua jam itu satu hal yang saya pikirkan. Kiluan ada panti pijat gk yah? . . . espektasi yang berlebih. . .

Ngepas banget lagi dengerin Every Teardrop is a Waterfall-nya Coldplay saat masuk gapura Kiluan Bay. Perfecto . . . turunan terjal dilewatin pelan-pelan, untung gk hujan. pengalaman om Dono dan teman teman sebelumnya yang sering terpeleset di turunan terjal ini bikin was was juga. 
Dari atas sudah terlihat pulau yang akan kami tinggali, pretty awesome scenery. Sampai bawah. . .lho koq banyak pelinggih dan sanggah ... apa itu pelinggih? pelinggih adalah tempat stana Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya yang digunakan sebagai tempat ibadah keluarga., wah transmigran bali sampe kiluan juga. Feels like home *cry . . .anyway, sempat ngobrol dengan penduduk setempat dengan aksen bali. Bahasa boleh Indonesia, tapi logat memang susah hilang. . .

Wah parkirannya luas. . .yak, setelah kira-kira 20 menit kita mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa nyebrang ke shutter island *halah. . .akhirnya kita berangcut, kloter pertama 5 orang. . .layar sudah dikembangkan, jangkar sudah ditarik. . .
kapten kapal "let's sail !!!!" dan kami pun teriak "aye aye captain!!!" 
10 menit juga sampe . . . 
udah sampe di pulau kapal kembali untuk menjemput kloter selanjutnya. . .

Well, no electricity and no signal for two days. . .gapapaaaaa yang penting bisa nikmati waktu dengan teman-teman, istirahat sebentar, setelah itu maakaaaaan. . .wahh seafood nih. eh si Ilyas gk ikut makan, karena masih ada kontrak jadi brand ambassador-nya Indomie, jadi harus makan indomie.hehehe 
karena sudah malam kami pun hanya ngobrol singkat trus langsung istirahat.

keesokan harinya dua kapal disewa untuk lihat lumba-lumba di tengah laut, Om Buzzeth + Boncenger dan Denny di kapal pertama. . .Arie, Reza, dan Suraji di kapal kedua. sedangkan Saya, Om Dono, Martin, dan Ilyas memilih untuk main aer, nggelinding, sunbathing, terapung di pantai sambil. . . .FOTO-FOTO 
sembari menunggu yang lain liat lumba lumba, kami ber-empat tiduran di pantai sambil kepas kepus. 
Ada cerita misteri dibalik kepulangan teman teman ngliat lumba lumba, karena cuaca mendung lumba lumba jarang keluar, namun entah kebetulan atau memang disengaja , Suraji mengeluarkan isi perutnya (bahasa keren-ya Jackpot) dan digunakan sebagai umpan agar lumba lumba bisa keluar. . .dan manjur, lumba lumbapun menampakkan dirinya. Koq bisa ya ? entahlah. . .
Sempat snorkling sebentar sebelum kembali ke penginapan, dan setelah itu kami makan siang dan siap siap pulang. 

Sampai di parkiran kami bilas-bilas dan pepare untuk balik, tak lama kemudian datang Om Oesa dan qulpank yang mau honeymoon ke kiluan hehehe RR-nya bisa di cek di sini >> Duet Kiluan Istimewa
Kami ngobrol sebentar lalu berangkat.

King of Fruit as known as Durian. . .ya kami mampir untuk makan durian. entah berapa ratus durian yang kita belah. . .nikmat dan baunya gk hilang sampe jakarta.
Sampai bakauheni sudah gelap dan langsung dapat kapal, kita sempat istirahat sebentar setelah turun kapal di merak.
Insiden. . .yak ada insiden dalam perjalanan pulang, kalau boleh ngutip Ride Report-nya Om Denny Duro = Kiluan Bay Trip 

"Dan akhirnya kita ber 6 jalan lagi.. kali ini posisi gw jd rc.. bosen jd tukang sapu trus.. baru jalan skitar 10 menit, incident ke 2 terjadi.. gw n adit jatoh.. 
Kejadiannya wkt itu, gw lg jalan skitar speed 70.. trus ngeliat jalah basah parah.. akhirnya gw lepas gas dan turun kaki kiri dan bersiap2 pindah jalur kanan.. karna jalur kanan bersih.. gw pikir waktu itu oli berceceran.. kejadiannya persis di tikungan sekitar serang – tangerang.. lagi coba ngendaliin motor smbil kasi tau yg di blakang, tiba2 ban blakang kanan ngebuang ke kanan karna licin (lg posisi speed 50).. walhasil, gubrakkkkkkkkkkkkkk….. gw pun jatoh.. adit yg posisinya di blakang gw, kaget ngeliat gw jatoh.. doi pun nge rem motornya dan gubrakkkkkkkkk…. Doi jatoh juga.. sempet kaget gw.. kok motor gw ganti jadi warna item.. ternyata motor adit dah nyusul gw yg jatoh.. wkakakaka…"

Yak karena oli berceceran dan saya mengalami jatuh untuk pertama dan terakhir kalinya, hope so. . .
EG patah, Stang bengkok, tuas presneling bengkok, jari blaret-blaret ringan. Tak apalah, pengalaman.
Lanjuuut, . . . perjalanan masih sekitar 70 kilometer lagi. . .gerimis, tangan masih gemetar. Om Dono sebagai RC jalan santai, pelan-pelan agar lebih hati-hati. 
Kira-kira tengah malam akhirnya sampai Daan Mogot, saya pamit dan yang lain melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing. 




Special thank to :

Tuhan YME yg telah melindungi perjalanan kami sehingga bisa sampai tujuan dan pulang tanpa kekurangan sesuatu apapun, dan syukur karena memberikan keindahan alam yang bisa kami nikmati.

"anonymous" Pulsar 200 saya yang tidak mengalami masalah apapun pada saat perjalanan.

PRIDES :

Om Buzzeth + Boncenger
Martin
dan teman-teman Prides yang lain



Karena saya tidak ada kamera, untuk foto-foto dan dokumentasi lain yang lebih lengkap bisa di cek Ride Report yang ditulis om Denny

Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan


Sekian. . .See yaaa'll



PROUD TO BE PRIDES. . .



Sunday, 4 November 2012

Lampung on the Weekend

Ini Ride Report pertama yang saya buat, masih sederhana dan dokumentasi tidak terlalu banyak namun banyak pengalaman yang saya dapat dalam perjalanannya . . .

Sebenarnya kesempatan bisa ngukur jalan dari Jakarta ke Metro ( Bandar Lampung ) saya dapatkan mendadak karena kebetulan ada ajakan kerabat yang sekalian mau pulang kampung. . .Saya pikir yaa . . . kenapa tidak !!! , bisa merasakan suasana dan lika liku aspal di pulau Sumatra untuk pertama kalinya :D
meskipun masih sedikit cape karena seminggu sebelumnya baru pulang dari acara "Semprulers goes to Jogja"

KOPDAR . . . 

Tanggal 7 September saya masih menyempatkan untuk kopdar sebelum menyiapkan segala sesuatunya, ( sebenernya tidak ada yang perlu disiapkan, wong hanya 2 hari koq. hahaha ). As Usual. . .kopdar itu kenyang perut, kenyang bathin, kenyang tawa!!! apalagi teman-teman dari PATRIOT mampir, TAMBAH TEMAN ! :D . . . ada accident lucu saat Soerazie dengan muka ngantuk-nya mau testing motor tiba-tiba jatuh ditarik gravitasi ( dua kali !!! ) footstep patah dah . . . apessss harus nyari gantinya malem-malem.
Untuk jaga-jaga pinjam GPS-nya Mckel Gerald siapa tau mendung dan gk bisa liat bintang di langit untuk navigasi., skip . . .

Pulang . . .

Tidur . . .


Tangerang MACET!!

Bangun jam 11 siang langsung ke bengkel untuk mempersiapkan si Tunggangan, ganti oli, cek tekanan ban, dan sekalian isi fertamax!! karena hanya 2-3 hari, saya hanya membawa tankbag saja yang isinya hanya baju dan peralatan mandi hehehe


Jam 2 persis setelah makan siang saya dan Boncenger (Om Armen) capcusss. . .Daan Mogot Lantjar Djaya sampai keluar Tangerang yang aspalnya hancur dan ada perbaikan jalan. . . tiba-tiba macet total, dan ajaibnya jalan dipenuhi dengan angkot tak bergerak!!! Ternyata kami bertepatan dengan jutaan karyawan pabrik yang pada pulang hahahaaaa perfect . . . Sampai Balaraja traffic sudah mulai lancar meskipun masih sedikit padat. Sempet muter-muter sebentar di Serang dan langsung lanjut ke Cilegon.


Nye...nye...NYEBRANG !!

Sekitar jam 5 sore sampai Cilegon, gk sempet foto-foto karena takut kemaleman sampai di tujuan, lanjut sampai pelabuhan merak sekitar jam 6 sore. Setelah sekian lama tidak melihat pantai. . .hehehe



Langsung ke dermaga 1 yang menurut pengalaman boncenger kapalnya selalu bagus dan nyaman untuk istirahat. setelah satu jam lebih menunggu kapal, akhirnya bisa nyebrang, kurang lebih 3 jam di selat sunda, tidak ada yang spesial saat di kapal . . . skip . . . skip

Jalan Bergelombang dan Tanpa Lampu !

Bakauheni , pertama kali menginjakkan kaki di pulau sumatra, disambut dengan asap truck dan bus yang banyak melintas, udara sudah mulai dingin, siap untuk jalan kurang lebih 90 kilometer sampai Bandar Lampung. Start dari Bakauheni jam 10 malam setelah istirahat dan makan malam,  jalan sangat bergelombang sampai Kalianda, beberapa kali masuk lubang yang cukup dalam :cry:
Namun dari Kalianda, Katibung, sampai Tanjung Karang jalan mulus, terlintas "monumen" mobil bekas tabrakan di sebelah kiri jalan.
GELAP GULITA, sering harus menggunakan lampu jauh untuk melihat jalan jika tiba-tiba jalan berbelok. wah sepertinya harus ada Luxeon nantinya :D


Bandar Lampung

Tepat jam 12 malam sampai di Bandar Lampung, Tarik sebatang Djarum Super sambil minum kopi hitam dulu sebelum istirahat. Sayang sekali sedikit dokumentasi yang bisa diambil di perjalanan kecil saya ini.


Keesokan harinya saya jalan keliling kota sambil mencari sarapan,



Sayang sekali karena keterbatasan waktu, tidak bisa jalan-jalan lebih jauh. Hanya di dalam kota saja.
karena keesokan harinya sudah masuk kerja, minggu sore langsung bersiap pulang.
Start sekitar jam 4 sore, mampir warung padang bungkus makan untuk di penyebrangan nanti.

Semoga ada kesempatan lain untuk touring ke Pulau Sumatra lagi ...



My P200 Story and Photo

Awal bekerja di jakarta saya tidak ada kendaran sama sekali, masih menumpang teman dalam seminggu awal, setelah cari referensi dan info mengenai Pulsar, ada beberapa opsi, merah . . . yup, pertama sempat hampir deal dengan P180 merah namun menurut saya masih belum cocok, saya mau yang hitam!!!
Selang seminggu ada janji ketemu dengan orang yang ingin menjual P200 Hitam, waktu itu kita janji di Seven Eleven Petamburan, kilometer masih 25.000 dijual seharga 14,5jt include HR4 Bracket dan Box KMI + Bandepan dan belakang diganti Battlax. Test Drive muter-muter mesin masih enak, suara halus, body mulus. Pada hari itu juga resmi punya Pulsar 200 .

Her's First Picture



Trouble??? pasti ada. . .gk seru klo gk pernah ada masalah. mulai dari kehabisan bensin gara-gara indikator yang "main-main" , sampai masalah mesin yang harus di SB (Service Besar). Tapi so far, gk keberatan dan make it fun aja...sekalian belajar dari maslah yang dialamin.

Ini nih beberapa foto-nya. . .






Ducati Multistrada

Ducati Multistrada



Instrumentation and lighting

The instrumentation has a large, high visibility LCD showing all main data and a dot-matrix circular LCD which displays the Riding Modes, additional data or set-up menus depending on whether the bike is stationary or moving. The new Multistrada family introduces a new headlight with LED low-beam illumination added to the original LED position lights. While the main-beam remains conventional, it now functions in addition to theLED low-beam to enhance overall lighting efficiency. The Granturismo goes one step further with two LED spot lights enhancing peripheral illumination controlled from a handlebar-mounted switch. A hazard lightfunction is also added to the new Multistrada models, activated by holding the left-turn signal button on for four seconds.



Ride-by-Wire

The Ride-by-Wire (RbW) system is an electronic interface between the twistgrip and the engine which decides the ideal power response depending on the Riding Mode selected and according to the rider’s throttle input. The twistgrip no longer uses a throttle cable to control the throttle body butterflies, but instead delivers a signal to a control unit, which in turn operates the butterfly opening.



Ducati Traction Control

The racing-derived Ducati Traction Control (DTC) is a highly intelligent system which acts as a filter between the rider’s right hand and the rear tyre. Within milliseconds, DTC is able to detect and then control rear wheel-spin, considerably increasing the bike’s active safety and performance and is an important component of the Ducati Safety Pack (DSP).



Hands-free ignition

The Multistrada 1200 ignition is not actuated with a normal key. Instead, an electronic key in the rider’s pocket communicates with the Multistrada when within a distance of approximately 2 metres (6.5ft), recognising the dedicated key code and automatically enabling the motorcycle’s systems.



Ergonomic design and engineered comfort

The original Multistrada 1200 project was subjected to an extensive ergonomic study using both CAD andrepeated prototype testing, guaranteeing a high level of comfort with a fully loaded motorcycle for long-range touring. The ‘ergonomics triangle’ of handlebar, seat and footpegs has been designed for both the rider and passenger, optimising comfort while providing a commanding and upright riding position.



Enhanced detail for long journeys

For 2013, the Multistrada 1200’s screen is higher and wider, providing increased protection and rider comfort during long distance travel and its 60mm of vertical adjustment can now be adjusted using just one hand because of the useful new centrally-mounted, pinch-and-slide mechanism.



The long road to major services

Constant investment in quality by design, advanced materials and engineering techniques, has enabled the distance between major service intervals (valve clearance check) to be set at an owner-friendly 24,000km (15,000 miles). This has been achieved partly by the introduction of a new valve seat material and partly by the improved combustion efficiency and temperature management designed into the Testastretta 11° DS engine.








Thursday, 26 January 2012

Comparison Between Bajaj Pulsar 200 And Bajaj Pulsar 220

Spesifikasi

Volume langkah
Perbandingan kompresi
Tenaga Maksimal
Torsi Maksimal
Tipe Mesin
Transmisi
Starter
Aki
Tipe Rangka
Ban depan
Ban belakang
Ban Tubeless
Rem Depan
Rem Belakang
Suspensi Depan
Suspensi Belakang
Panjang
Lebar
Tinggi
Jarak sumbu roda
Berat kosong
Kapasitas tangki

Pulsar DTS-i 200

 198.8 cc
 9.5 : 1
 18.0 ps
 17.17 Nm
 4 Tak DTS-i
 5 Kecepatan
 Elektrik
 MF 12 V - 9Ah
 Double Cradle
 90 x 90 x 17-49P
 120/80 x 17-49P
 Yes
 260 mm Disk
 Tromol
 Teleskopik 130 mm
 Nitrox
 2.035 mm
 750 mm
 1.165
 1.350 mm
 145 kg
 15 lt

PULSAR DTS-i 220

 220 cc
 9.5 : 1
 21,04@8500 rpm
 19,12@7000
 4 Tak DTS-i
 5 Kecepatan
 Elektrik
 12v 9Ah
 Double Cradle
 90 / 90 X 17" (Soft compound tubeless)
 120 / 80 X 17" (Soft compound tubeless)

 260mm Cakram
 230mm Cakram
 Teleskopik 130mm
 NitroX
 2035 mm
 750 mm
 1165 mm
 1350 mm
 150 Kg
 15 Liter